“Dari Diam ke Suara”: Presma Unisba Blitar Dorong Mahasiswa Speak Up Lawan Pelecehan Seksual di Kampus!

BLITAR – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMP PPKN) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Kartini Speaks: Dari Diam ke Suara: Refleksi Isu Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus”. Acara yang berlangsung sangat interaktif ini digelar pada Selasa (12/5/2026) dan turut dihadiri langsung oleh Presiden Mahasiswa Unisba Blitar, Ardian Ahmad.

Seminar edukatif ini menghadirkan dua pemateri yang sangat kompeten di bidangnya. Pemateri pertama adalah Ibu Ida Putri Rarasati, M.Pd., selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKPT) sekaligus Kepala Program Studi PPKN. Pemateri kedua adalah Bapak Lucky Priyanto, M.Psy., selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan Unisba Blitar. Kehadiran kedua tokoh ini memantik diskusi yang hangat dan mendalam di kalangan mahasiswa yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Mahasiswa Unisba Blitar, Ardian Ahmad, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus HMP PPKN atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan yang dinilai sangat krusial dan relevan dengan kondisi saat ini.

“Kita semua melihat bahwa akhir-akhir ini, mulai dari awal tahun hingga hari ini, banyak bermunculan kasus pelecehan seksual di instansi pendidikan. Bahkan, peristiwa serupa baru saja terjadi di kampus tetangga kita, UNU Blitar. Ini menjadi alarm keras bagi kita semua untuk lebih waspada,” ujar Ardian dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Ardian menegaskan pentingnya keberanian mahasiswa untuk tidak tinggal diam dan saling menjaga ruang aman di lingkungan kampus. Ia mengimbau seluruh elemen mahasiswa Unisba Blitar agar segera mengambil tindakan nyata apabila mengetahui adanya indikasi pelecehan seksual.

“Saya berharap, ketika ada teman-teman yang mendapati, melihat, atau bahkan menjadi korban, jangan ragu untuk segera melapor ke Satgas PPKPT yang poskonya berada di belakang lobby Unisba. Laporan ini sangat penting agar kasus dapat segera ditindaklanjuti institusi, sehingga bisa memberikan sanksi tegas serta efek jera yang nyata kepada pelaku,” tegasnya.

Menutup penyampaiannya, Presma Unisba Blitar ini mengaitkan semangat keberanian bersuara dengan perjuangan pahlawan emansipasi wanita, R.A. Kartini.

“Layaknya R.A. Kartini yang pada masanya berani memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum wanita, saat ini kita juga harus berani memperjuangkan ruang aman bagi diri kita sendiri dan orang lain. Dengan kalian berani speak up, langkah tersebut akan sangat berkontribusi dalam mengurangi dan mencegah kasus pelecehan seksual di masa depan,” pungkas Ardian.